Kenapa setelah bekam muncul gelembung atau mirip seperti lepuhan dikulit? Apakah memang efek bekam? malpraktik? Munculnya gelembung-gelembung blister di kulit pada saat bekam seperti pada gambar di atas, secara umum sebagai akibat dari MALPRAKTIK BEKAM atau MALBEKAM. Sementara sebab khususnya sebagai akibat dari beberapa hal:

Membekam dua pasien dan selebihnya secara sekaligus. Bolehkah atau tidak boleh? Pertanyaan seperti ini sering dilontarkan para pasien hijamah atau mereka yang tidak berpraktik hijamah/bekam. Sementara praktisi bekam ada yang membolehkan dan sebagian lagi melarangnya secara keras.

Belum lama kami menemukan fakta di balik bekam yang baru saja kami temui dalam uji laboratorium pada Darah Bekam di Pasien. Pasien berasal dari Batang Jawa Tengah, usia 50 tahun, pekerjaan kepala sekolah dasar, dengan kondisi awal sebagai berikut:

Kahil adalah salah satu titik Nabawi. Artinya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah dibekam dengan titik ini, ketika beliau diracun wanita Yahudi melalui daging kambing yang disuguhkannya. Kahil merupakan bentuk mufrad. Berarti titik ini hanya satu. Kahil adalah mujtama’ al-katifain, titik temu antara dua pundak.

Bahan diskusi baru: Berapakah jumlah titik bekam yang ideal? Kebanyakan para terapis salah kaprah tentang titik bekam, dan akhirnya semua titik digarap dia, yang penting rasa bekamnya enak, katanya sich begitu. Kalau menurut aku begini, Mau tau jawabannya? Mari disimak…

Hotline        62-8-1234567-266