Bahan diskusi baru: Berapakah jumlah titik bekam yang ideal? Kebanyakan para terapis salah kaprah tentang titik bekam, dan akhirnya semua titik digarap dia, yang penting rasa bekamnya enak, katanya sich begitu. Kalau menurut aku begini, Mau tau jawabannya? Mari disimak…

Rabu  tgl. 25 Desember 2013 kemaren, ada seorang akhawat bercerita bahwa dia dibekam tepat 50 titik, sekaligus pada satu waktu. Sampai-sampai pembantunya disuruhnya menghitug ulang lagi sepulang ke rumahnya. Itu belum seberapa Taaadz. Begitu katanya. Ada pasien lain dibekam hingga sekitar 70 titik. Sekaligus. Ada di bagian depan dan ada di bagian belakang, dari kepala hingga kaki. Bagaimana rasanya setelah dibekam? Tanya ana. Wah, pokoknya badan terasa nyaman. Begitu jawabnya. Alhamdulillah.

Sementara pada awal Oktober 2013, lupa tanggalnya, kami adakah diskusi panel tentang hijamah di Puncak dengan beberapa rekan dokter. Pada materi kontraindikasi bekam, salah seorang dokter berpendapat, sebaiknya bekam dilakukan sebulan sekali atas dasar hadits tentang tanggal yang baik (17, 19, 21 dari Qamariyyah) dan logika hematologis, bahwa toleransi pengeluaran darah seperti pada waktu donor darah maksimalnya adalah 500 mg, 3 bulan sekali. Ini menurut pertimbangan umum. Berarti berdasarkan hitung-hitungan ini, darah yang dikeluarkan tiap bulannya dengan bekam adalah 500 : 3 = 166 mg. Bahkan menurutnya lebih baik kurang dari volumertersebut. Jika tiap titik bekam dikeluarkan darah rata-rata 10 mg, berarti tiap bulannya 16 – 17  titik bekam.

Ana tidak tahu apa pertimbangkan pembekam dengan banyak titik sekaligus tersebut, bayangkan saja, hingga 70 titik sekaligus.
Di sisi lain, ikhwan dokter tersebut mungkin dianggap terlalu hati-hati dan matematis. Padahal dalam hal hijamah ini ada unsur keajaiban Ilahiyyah, yang boleh jadi keluar dari pertimbangan matematis atau bahkan keluar dari logika manusia sewajarnya, apalagi logika medik.

Artinya, ana hanya ingin membukakan realitas hijamah di tengah ummat, ada yang seperti yang pertama, dan ana yakin banyak yang begitu, namun ada yang berpendapat seperti yang kedua. Adakah pendapat yang ketiga, keempat, kelima dan seterusnya?

Tunggu pula info dan bahan diskusi lain tentang hijamah, insya Allah semakin asyik, realistis dan semoga layak diikuti terus. Wa maa uutiimum minal-ilmi illa qaliila.

Hotline        62-8-1234567-266