Kenapa setelah bekam muncul gelembung atau mirip seperti lepuhan dikulit? Apakah memang efek bekam? malpraktik?

Munculnya gelembung-gelembung blister di kulit pada saat bekam seperti pada gambar di atas, secara umum sebagai akibat dari MALPRAKTIK BEKAM atau MALBEKAM. Sementara sebab khususnya sebagai akibat dari beberapa hal:

  1. Waktu pengekopan terlalu lama, yang mengakibatkan akumulasi peningkatan calor di area kulit yang disedot, efek dari inflamatif
  2. Akumulasi dari pengekopan yang berkali-kali walau mungkin jangka waktu satu kali pengekopan tidak terlalu lama
  3. Pengekopan yang terlalu keras, dan biasanya ditandai dengan perubahan warna kulit yang lebih hitam kecoklatan
  4. Konsentrasi cairan yang kemungkinan berupa eksudat atau extracell atau yang lainnya di area pengekopan.
  5. Titik bekam terlalu banyak dalam waktu bersamaan dan dilakukan secara sekaligus.

Komentar lain:

  1. Kalaulah titik ini pada posisi kahil, maka sebaiknya arah insisi dari atas ke bawah, lurus.
  2. Insisi relative panjang dan pinggiran insisi kasar. Sebaiknya insisi pendek-pendek saja, sekitar 0.5 cm
  3. Insisi di bagian atas tampak lumayan bagus dari segi kedalaman. Tapi beberapa insisi di bagian bawah tampak lebih dalam

Saran:

  1. Sebaiknya pembekam selalu berada di dekat pasien dan tidak meninggalkannya.
  2. Tidak menggunakan gelas kop yang sudah pudar
  3. Blister tidak muncul seketika menjadi banyak atau membesar, tapi dari kecil terlebih dahulu, lalu menjadi banyak atau membesar. Lama-kelamaan dari beberapa blister yang kecil akan menyatu dan menjadi besar.
  4. Jika pembekam melihat satu blister yang kecil di kulit yang dibekam saat proses pembekaman, maka dia harus langsung menghentikannya.
  5. Jika poin 1 – 4 diperhatikan pembekam, insya Allah tidak akan muncul banyak blister seperti tampak pada gambar di atas.
  6. Keluarkan cairan blister dengan menusukkan lancet posisi miring dan bukan poisisi menghadap lurus ke kulit, karena dapat melukai kulit, dan jangan merobek lapisan kulit stratum corneum.
  7. Setelah ditusuk, tekan blister menggunakan kassa steril untuk mengeluarkan cairan, lalu teteskan antiseptic.
  8. Mayoritas pembekam yang tidak pernah mendapatkan pembelajaran bekam yang baik dari LKP atau institusi bekam, yang steril, profesional dan memiliki izin legal, membiarkan blister tersebut tanpa penanganan seperti pada poin kelima.

Kesimpulan:

  1. Ustadz Kathur Suhardi dan Ustadzah Aminah sudah melakukan eksperimen sehubungan dengan blister ini sejak 2004. Eksperimen ini juga sekaligus untuk mematahkan klaim dari sebagian pembekam yang mengatakan bahwa blister ini diakibatkan oleh “Adanya blister (lepuhan/lecat) pada bekas bekam, menggambarkan kondisi gangguan gas yang parah pada tubuh. Adanya darah tipis pada blister merupakan reaksi gas panas toksin”.
  2. Komentar dan pendapat ini merupakan hasil ijtihad, bisa salah dan bisa benar. Jadi masih memungkinkan dibuka ruang diskusi yang sehat dan ilmiah.
  3. Kalaulah hasil ijtihad ini benar, kami bermaksud memberikan pembelajaran yang baik dan sehat tentang hijamah yang bermartabat kepada para setiap pembekam dan juga para pasien bekam
  4. Orang pertama yang menanggung resiko dan efek negative tentang blister ini adalah pasien bekam. Karena bekam yang baik tentu tidak akan memunculkan blister.

Hotline        62-8-1234567-266