Belum lama kami menemukan fakta di balik bekam yang baru saja kami temui dalam uji laboratorium pada Darah Bekam di Pasien. Pasien berasal dari Batang Jawa Tengah, usia 50 tahun, pekerjaan kepala sekolah dasar, dengan kondisi awal sebagai berikut:

Diagnosa beberapa rumah sakit dicurigai ada penyumbatan di saluran empedu. Satu-satunya jalan harus operasi, titik. Rencana operasi dua jam, berlarut-larut hingga enam jam. Setelah dioperasi, ternyata normal, tak ditemukan kelainan. Tapi ditemukan ada adenocarsinoma di stroma deudenum, kanker di jaringan ikat bagian atas usus halus. Pihak rumah sakit menawarkan operasi lagi. Tapi pasien menolak karena harus memotong deudenum. Operasi justru melukai ureter sehingga mengakibatkan masalah BAK.

  • Kulit menguning menyeluruh, yang dikuatkan foto iris dan sclera
  • Nyaris tak mampu berjalan, badan lemas, tak nafsu makan.
  • Kondisi psikologis sangat menurun
  • Hasil pemeriksaan laboratorium sebelum bekam menunjukkan kondisi fungsi liver yang tak bagus, ditandai dengan kenaikan kadar SGOT, bilirubin total, Gamma-GT. Sementara hemoglobin kurang dari nilai normal, hanya 10.3. Uric acid di bawah nilai normal.

Pasien datang ke Jakarta atas informasi dari anaknya yang menetap di Jakarta dan hanya akan berobat ke Assabil. Datang pertama dalam kondisi lemah hampir tak mampu berjalan. Bingung, gundah, resah memikirkan sakitnya yang belum tuntas. Seumur-umur tak pernah sakit, justru sekali sakit langsung parah. Begitu tuturnya. Dalam kondisi sudah operasi, masih harus operasi lagi. Kesimpulannya tak mau operasi lagi, trauma. Maka dipilihlah Thibb Nabawi.

Sampai di Assabil terpancar rona semangat untuk sembuh di wajahnya. Tentu saja hal ini menggembirakan. Apalagi bicaranya pun penuh semangat. Alhamdulillah.

Selama seminggu sudah tiga kali bekam. Titik bekam sedikit-sedikit tapi terarah dan terukur. Intensitas bekam ini juga berkaitan dengan cuti yang hanya seminggu. Tanggal 2 September 2014 pemeriksaan laboratorium lagi dengan hasil yang betul-betul sangat mencengangkan. Parameter fungsi liver yang seminggu lalu sebelum dibekam sangat tinggi, terutama bilirubin total dengan nilai 21.8, turun menjadi 1.10. Hasil ini berarti normal karena nilai normal maksimal 1.20.

Sementara kadar asam urat menyentuh batas atas, karena kadar hemoglobinnya rendah dan asam uratnya hanya 2.70. Karena itulah kami menyuruhnya untuk konsumsi sayuran dengan kandungan serat yang tinggi, seperti bayam, daun singkong, bit, dll. Inilah yang membuat asam uratnya naik.

Dengan tersedianya pemeriksaan laboratorium di Assabil, maka riset awal sudah dapat dilakukan untuk membuktikan kehebatan hijamah yang merupakan bagian dari Sunnah Nabawi untuk pengobatan berbagai macam penyakit.

Semoga info ini menjadi penyemangat bagi para pendakwah Thibb Nabawi, penyemangat bagi siapa pun yang menderita sakit apa pun. Hasil pemeriksaan prabekam dan pascabekam ini silahkan dicopy dan silahkan disebarkan sebagai bukti akurat kehebatan hijamah.

Jangan lupa like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Hotline        62-8-1234567-266